Oktober 10, 2009
Luruskan Shaf kalian niscaya Allah satukan Hati kita
Hadist Tentang Merapatkan Shaf
Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda (yang artinya): “Luruskan shaf-shaf kalian, karena meluruskan shaf termasuk kesempurnaan shalat” (Hadits riwayat Bukhari, dalam Fathul Bari No 723)
Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda (yang artinya): “Benar-benarlah kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan membuat berselisih di antara wajah-wajah kalian” (Hadits riwayat Bukhari 717, Muslim 127, Lafadz ini dari Muslim) Berkata Imam An Nawawi, “Makna hadist ini adalah akan terjadi di antara kalian permusuhan, kebencian dan perselisihan di hati” Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam bersabda (yang artinya): “Luruskan shaf kalian, jadikan setentang di antara bahu-bahu, dan tutuplah celah-celah yang kosong, lunaklah terhadap tangan saudara kalian dan jangan kalian meninggalkan celah-celah bagi syaithon. Barangsiapa menyambung shaf maka Allah menyambungkannya dan barangsiapa memutuskannya maka Allah akan memutuskannya” (Hadits riwayat Bukhari, Abu Dawud 666)
Dishahihkan Syaikh Al Albany dalam Shahih Sunan Abi Dawud Dari Abu Qosim Al Jadali berkata: Aku mendengar Nu’man Bin Basyir berkata, “Rasulullah Sholallahu ‘Alaihi Wasalam menghadap wajah kepada manusia dan bersabda (yang artinya):Luruskan shaf-shaf kalian (3 kali) ! Demi Allah benar-benar kalian meluruskan shaf-shaf kalian atau Allah akan menjadikan hati kalian berselisih” Nu’man berkata, “Maka aku melihat seseorang melekatkan bahunya dengan bahu kawannya, lututnya dengan lutut kawannya, mata kaki dengan mata kaki kawannya” (Hadits riwayat Abu Dawud 662, Ibnu Hibban 396, Ahmad 4272) Dishahihkan Syaikh Al Albany dalam As Shahihah No 32
Dari hadist diatas kita ketahui bagaimana merapikan shaf kita, yaitu :
1. melekatkan bahunya dengan bahu kawannya
2. lututnya dengan lutut kawannya
3. mata kaki dengan mata kaki kawannya
Abu Dawud berkata:aku telah bertanya kepada Imam Ahmad tentang sholat di antara tiang-tiang maka beliau menjawab sesungguhnya hal itu dibenci sebab membuat shaf terputus. Maka apabila berjauhan diantara kedua tiangnya maka aku berharap .Oleh krn sebab terputusnya shaf sholat tersebut maka termasuk pelanggaran yg terdapat disebagian masjid terdapatnya mimbar yg terlalu panjang yg menyebabkan terputusnya shaf pertama. Sehingga pelanggaran dgn sebab mimbar tersebut dari dua perkara:
Pertama : menyelisihi mimbar Nabi shallallahu alaihi wasallam yg hanya terdiri dari tiga anak tangga.
Kedua : menyebabkan terputusnya shaf sholat.Semoga Allah memberikan hidayah kepada kaum muslimin utk beramal dgn sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan menyatukan mereka diatasnya.Amin
Smoga bermanfaat
abu hanifah alim berkata,
Februari 19, 2010 pada 10:23 am
assalamu’alaikum akhi, artikelnya bagus,
salam kenal akhi ya, barakallahu fik
petunjukhati berkata,
Februari 21, 2010 pada 3:16 am
wa’alaikumsalam ya akhi.. berbagi bersama dengan ilmu, tolong ajarkan ana ya akhi
petunjukhati berkata,
Maret 27, 2010 pada 3:34 pm
wa’alaikumsalam ya akhi.. berbagi bersama dengan ilmu, tolong ajarkan ana ya akhi